Otomania / Feature

Motor Bekas Legal, Bukan Hasil Begal

Kawan penjualan motor bekas di Jalan Condet Raya

Jakarta, Otomania - Bagi yang berminat mencari sepeda motor bekas dengan kondisi bagus, dan bukan hasil curian atau begal, sentra penjualan motor bekas di sepanjang jalan raya Condet, dapat menjadi tempat yang layak untuk disambangi. Terdapat lebih dari 40 kios di kawasan tersebut menjual motor bekas berkualitas. Jadi jika tidak cocok di kios satu, bisa mampir ke kios yang lain.

Selain itu harga yang ditawarkan juga cukup miring dengan kondisi yang masih gres. "Kebanyakan di sini kios-kiosnya jual motor masih bagus, dengan usia sepeda motor masih terbilang muda," ujar Lala pemilik kios Mahani Motor di Jalan Condet Raya no 39.

Lala menambahkan, tidak hanya kondisi bodi, mesin dan usia juga masih bagus, surat-surat kendaraan kebanyakan masih lengkap, minimal tidak ada STNK tapi BPKB dan kwitansi pembelian masih ada. "Rata-rata semua surat masih lengkap, tapi ada juga yang STNK-nya tidak ada, tapi dijamin motor bersih bukan ilegal, apalagi hasil begal," papar Lala.

Usama, dari kios Abba Motor, menjelaskan bahwa harga sepeda motor bekas di tokonya cukup jauh dengan yang baru, walaupun hanya berusia pakai kurang dari satu tahun. "Bisa beda Rp 4 juta sampai Rp 5 juta, makanya pembeli yang datang biasanya untuk dijual kembali motornya, tapi tetap lebih banyak untuk digunakan pribadi,"ucap Usama.

Untuk kendaraan yang tidak ada STNK ataupun sudah mati pajaknya, harganya bisa lebih murah lagi. Bisa turun sekitar Rp 1 juta, seharga dengan biaya pembuatan STNK baru. Selain tunai pembelian juga bisa dengan kredit. Jadi tak perlu bingung jika ingin mendapatkan sepeda motor bekas berkualitas.

Kebanyakan kios-kios di daerah Condet membeli motor dari tangan pemiliknya langsung, tidak dari balai lelang, sehingga kondisi motor bisa terbaca. "Kita nggak berani ambil di tempat lelang, kebanyakan mesinnya oplosan, kalo nggak jago banget pilihnya bisa rugi besar, malah bisa buat pelanggan kabur," tegas Lala.

Penulis: Ghulam Muhammad Nayazri
Editor : Aris F. Harvenda

Komentar

Terkini Lainnya

Now Trending