Otomania / News

Rangka Fin Komodo Diuji di Reli Dakar 2018

Mock up skala 1:16 mobil listrik buatan Universitas Budi Luhur dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang akan berkompetisi di ajang Reli Dakar 2018.Albertus Putra Arddhana Mock up skala 1:16 mobil listrik buatan Universitas Budi Luhur dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang akan berkompetisi di ajang Reli Dakar 2018.

Jakarta, Otomania.com – Nama Indonesia bakalan hadir di ajang reli Dakar pada 2018. Kebanggaan itu dibawa oleh para mahasiwa Budi Luhur dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang merancang mobil listrik berspesifikasi khusus off-road lintas negara.

Mobil listrik itu dinamakan BLITS. Pondasinya menggunakan platform karya anak bangsa, KD250AT milik Fin Komodo. Platform KD250AT memang dirancang bisa dipakai untuk berbagai jenis kendaraan.

Mobnas Fin Komodo di IIMS 2016.Ghulam/KompasOtomotif Mobnas Fin Komodo di IIMS 2016.

Fin Komodo menggunakan KD250AT sebagai basis kendaraan off-road jenis cruiser. Dapur pacunya mengandalkan mesin bensin 4-tak 250cc bertenaga 14 tk dan torsi 17,6 Nm berpendingin cairan plus transmisi CVT.

KD250AT memiliki sistem gerak roda belakang dengan suspensi independen. Fungsionalitasnya tinggi, bisa dipakai untuk kendaraan keluar-masuk hutan sampai evakuasi di medan ekstrem,

BLITS

Direktur Pemasaran Fin Komodo Dewa Yuniardi menjelaskan, dalam proyek BLITS pihaknya hanya membantu menyediakan platform KD250AT. Fin Komodo tidak ikut dalam pengembangannya, namun terbuka memberi bantuan bila dibutuhkan.

“Mereka beli. Satu gelondongan, mesinnya dicopot lalu diganti mesin listrik. Sampai sekarang masih dalam proses,” kata Dewa kepada Otomania.com, Senin (24/7/2017).

Dari keterangan resmi, BLITS dijelaskan memiliki motor listrik bertenaga 100 tk. Energi listrik disimpan dalam baterai berkapasitas 75 kWh yang dikatakan sanggup bertahan selama dipakai sejauh 200 km.

“Kami menggabungkan orang-orang terbaik di bidangnya. Fin komodo sudah punya kendaraannya dan cukup andal dipakai di mana-mana. Kita juga punya visi yang sama, ini yang coba kami gabungkan,” ucap Nur Yuniarto, dari tim ITS.

Penulis: Febri Ardani Saragih
Editor : Donny Apriliananda

Komentar

Terkini Lainnya

Now Trending